Salam Indonesia

Kunjungi Anas, Prof. Subur Ogah Komentar
Prahara Demokrat
Jumat, 8-Maret-2013 | 10:13 WIB
662 dibaca | 0 komentar

 
Share :



Istimewa

JAKARTA, Binesia.com - Prof. Subur Budi Santoso, pendiri dan ketua umum pertama Partai Demokrat, berkunjung ke kediaman mantan ketua umum PD Anas Urbaningrum di Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (7/3) malam.

Pertemuan kedua mantan orang pertama Partai Demokrat itu berlangsung sekitar satu jam. Sekitar pukul 21.20, Prof. Subur, didampingi dua stafnya, eninggalkan kediaman Anas.

Sejumlah wartawan yang menunggu di luar rumah Anas, tak berhasil mewawancarai Prof. Subur. Ia tak bersedia memberikan komentar atau wawancara. "Maaf ya," ujar seorang stafnya.

Hubungan kedua mantan petinggi partai berkuasa itu, dikenal cukup dekat. Prof. Subur cukup sering bersilaturahim dengan Anas Urbaningrum, termasuk melakukan pertemuan di kediaman Anas di Duren Sawit.

Selain Prof. Subur Budi Santoso, pada malam yang sama, Anas Urbaningrum juga menerima kunjungan teman-teman sealmamaternya, termasuk Ketua Ikatan Alumni FISIP Universitas Airlangga, Surabaya, Maksum.

Sejak mundur dari Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum kebanjiran tamu. Kediamannya di Duren Sawit nyaris setiap hari tidak pernah sepi. Sejak pagi hingga tengah malam, masyarakat dari berbagai lapisan, bergantian bersilaturahim dengan Anas. Mulai dari kalangan politisi, ulama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, para santri dari sejumlah pesantren, dan masyarakat biasa.

   Reporter : Furqon
   Redaktur/Editor : Ridwan Ewako
Apa Komentar Anda ?
Untuk dapat mengomentari silahkan LOGIN
Polisi memeriksa 14 saksi. Belum termasuk Ketua KPPS Ciampea karena menghilang. Dia diduga bertanggungjawab atas 320 surat suara yang tercoblos.
Tahanan kabur berpura-pura hendak ke kamar mandi. Dia meninggalkan rekan-rekannya yang sedang mengikuti kegiatan keagamaan.
Kehendak masyarakat Islam di Indonesia menghendaki "parpol hijau" bersatu, termasuk agar memberi alternatif capres dan cawapres mendatang.
Meski dipuji keempat juri, penyanyi rock dengan etnik Timur Tengah ini sempat masuk ke zona tidak aman saat penghitungan dukungan warga.
Soal KRI Usman-Harun
Panglima TNI menyatakan permintaan maaf atas tidak dipenuhinya permohonan penangguhan penamaan KRI Usman-Harun karena sudah final.
Selain eksebisi melawan Ajax, skuad besutan Djajang Nurjaman juga akan ditantang Gamba Osaka pada Juni mendatang.
Washington Post Guardian berbagi penghargaan Pulitzer 2014 kategori pelayanan publik, atas investigasi program pengintaian NSA.
Permusuhan antarsuporter bukan hanya merugikan diri sendiri. Namun, klub kesayangan juga rugi. Warga umum pun demikian.
Koalisi yang dibangun PDIP dan Nasdem tidak berlandaskan transaksi. Jokowi mengaku, mereka sama sekali tidak membahas pembagian kursi kabinet.
Karya Salman diliput luas pers. Suratkabar News.Az, misalnya, menurunkan berita "Indonesia grabs gold medal at Azerbaijan's Science olympiad".