Salam Indonesia

Kunjungi Anas, Prof. Subur Ogah Komentar
Prahara Demokrat
Jumat, 8-Maret-2013 | 10:13 WIB

 
Share :



Istimewa

JAKARTA, Binesia.com - Prof. Subur Budi Santoso, pendiri dan ketua umum pertama Partai Demokrat, berkunjung ke kediaman mantan ketua umum PD Anas Urbaningrum di Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (7/3) malam.

Pertemuan kedua mantan orang pertama Partai Demokrat itu berlangsung sekitar satu jam. Sekitar pukul 21.20, Prof. Subur, didampingi dua stafnya, eninggalkan kediaman Anas.

Sejumlah wartawan yang menunggu di luar rumah Anas, tak berhasil mewawancarai Prof. Subur. Ia tak bersedia memberikan komentar atau wawancara. "Maaf ya," ujar seorang stafnya.

Hubungan kedua mantan petinggi partai berkuasa itu, dikenal cukup dekat. Prof. Subur cukup sering bersilaturahim dengan Anas Urbaningrum, termasuk melakukan pertemuan di kediaman Anas di Duren Sawit.

Selain Prof. Subur Budi Santoso, pada malam yang sama, Anas Urbaningrum juga menerima kunjungan teman-teman sealmamaternya, termasuk Ketua Ikatan Alumni FISIP Universitas Airlangga, Surabaya, Maksum.

Sejak mundur dari Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum kebanjiran tamu. Kediamannya di Duren Sawit nyaris setiap hari tidak pernah sepi. Sejak pagi hingga tengah malam, masyarakat dari berbagai lapisan, bergantian bersilaturahim dengan Anas. Mulai dari kalangan politisi, ulama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, para santri dari sejumlah pesantren, dan masyarakat biasa.

   Reporter : Furqon
   Redaktur/Editor : Ridwan Ewako
Apa Komentar Anda ?
Untuk dapat mengomentari silahkan LOGIN
KMP ingin mengedepankan kepentingan rakyat dan memberi ruang bagi pemerintahan untuk konsolidasi.
Sebelumnya Kaligis sudah beberapa kali menolak diperiksa baik sebagai saksi maupun tersangka.
Sengketa yang harus diselesaikan itu bila dibahas sejak pagi hingga malam maka penyelesaian tidak harus 12 hari ke depan
Palestina Tolak
Pihak Palestina kukuh hendak mengupayakan penyelidikan tuntas sebab berkeyakinan Arafat tewas akibat diracun.
Jika Buwas dicopot dari jabatan Kabareskrim secara mendadak justru menimbulkan pertanyaan besar.
Pemeriksaan ini bukanlah yang pertama dijalani Nasir, kuat dugaan Nasir mengetahui seputar kasus tersebut.
Apa yang telah dilakukan Budi Waseso sejalan dengan reformasi Polri.
Suap Pilkada
Sirra mengatakan kliennya siap menjalani persidangan terkait kasus dugaan suap.
Buwas kabarnya akan diberikan jabatan baru sebagai Kepala BNPT.
Dilantiknya Teten, diharapkan kualitas komunikasi politik Istana semakin berkualitas.